Tradisi Mudik Lebaran

Mudik Lebaran. Bulan ramadhan sudah dipenghujung akhir dan Hari raya lebaran tinggal beberapa hari lagi. Hiruk pikuk manusia sudah mulai terlihat. Plat-plat nomor kendaraan luar daerah sudah mulai bermunculan. Bandara, terminal, stasiun, pelabuhan sudah mulai ramai dibanjiri ribuan manusia. Sembari menenteng tas dan koper mereka sudah siap-siap untuk mudik lebaran.

Ya, mudik atau pulang kampung memang sebuah tradisi tahunan bagi para perantau. Mereka rela berdesak-desakan, berjam-jam berada diperjalanan, merasakan jalanan yang macet serta naiknya biaya transportasi demi bisa berkumpul bersama sanak family untuk merayakan hari raya lebaran dikampung.Lebaran memang moment yang pas untuk berkumpul bersama keluarga.

Entah dulu siapa yang mencetuskan tradisi mudik ini, sehingga sampai saat ini pun fenomena mudik lebaran sudah seperti agenda tahunan. Bahkan volume pemudik tiap tahun selalu bertambah. Namun jika tanpa adanya pemudik, lebaran serasa sepi dan kurang greget. Karena para pemudiklah yang membuat suasana lebaran menjadi khas.

Nah, selamat mudik bagi para perantau. Semoga perjalanan lancar dan selamat sampai tujuan dan bisa bertemu dengan keluarga dikampung.

Gambar diambil dari : http://mungkopas.blogspot.com/2012/08/asal-usul-tradisi-mudik.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*